Iyup!Kisah baru telah dimulai. Bisa dimulai dari tanggal 6 juni 2008.
Pagi itu semua murid yang ditunjuk untuk menyambut pelajar yang jauh datang dari negeri seberang, Singapura sudah siap. Formasi disusun secara rapih menurut warna songket yang dikenakan. Begitu bis pariwisata yang mereka tumpangi berhenti tepat didepan pagar SMP N 1 Palembang, semua murid menjadi tegang. Para pelajar Changkat Changi Secondary School Singapura itupun turun dari bis yang mereka tumpangi. Sejumlah penilaian bertumpuk di kepalaku. Ada yang terlihat sangat ramah dengan senyumnya, ada yang terlihat manis dengan cara berjalannya yang anggun. Kami pun mempersilakan mereka masuk ke dalam dan duduk di kursi VIP yang telah disusun rapih dengan dibungkus kain putih.
Kata sambutan oleh Mr.Erwin, mewakili kepala sekolah Changkat Changi membuka acara. Dilanjutkan sambutan oleh Kepala SMP N 1 Palembang. Kemudian acara diisi dengan tarian-tarian oleh siswa-siswi SMP N 1 Palembang dan Changkat Changi Singapore.
Tugasku pada saat itu hanya membagikan makanan kecil serta minuman-minuman kecil. Didampingi Manda, siswi kelas 8 aku mulai membagikan snacks.Wajahku pada saat itu tidak karuan. Antara senyum senang dicampur adukan dengan gugup. Betapa tidak, setiap langkahku ada saja salah satu dari mereka yang memperhatikanku.
Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan acara bebas. Aku yang merasa lelah, memilih kursi di pojok lapangan yang 3 dari 7 nya kosong. diantara kami ada 4 orang siswa singapura yang terlihat unik wajahnya. Orang yang pertama kali ku sapa adalah Shan yang duduk disebelah kananku.
"Hei...your name?"
"Bla.bla.bla.bla.bla.Gulshan"Dia menjelaskan namanya dengan panjang sambil menunjukan nameplate yang ia kenakan.
"But, you can call me shan" Yah ternyata nama yang cukup singkat untuk dipanggil.
Kami mulai bercakap-cakap. Tepat di depanku ada Harris yang sejak awal menjadi pusat perhatian anak-anak putri sekolah kami. Aku mulai menyapanya.
"Hey...how about you...???...what's your name?"
"Harriz" yahh...memang dia terlisah sedikit timmid.
Disebelah kanan Harris ada siswa yang terlihat berdarah India. Tapi, aku tak tertarik untuk berkenalan dengannya. Disaat-saat kami sedang ngobrol, dia hanya memotong pembicaraan kami.
Well, ekor mataku mulai terpanah pada seorang siswi Changkat Changi. Dia duduk tepat di seberang kursiku. merasa tertarik, aku menanyakan namanya kepada Shan.
"Hey, Shan! What is her name?" dengan gugupnya aku bertanya.
"Which one?" Dia bertanya karena aku menunjuknya hanya dengan bibir (hahahaha).
"The green one" Yah...I still remember what was she wearing.
Dengan batik khas melayu berwarnah light green itu, ia terlihat begitu manis.
"Owh...!!!...You like that girl! You want her number?!"Dia berteriak dengan gayanya yang khas India,mengeleng-gelengkan kepala.
"No...!!!...I just interested in her"I said. Kemudian, Shan sedikit berbisik pada temannya yang berkaca mata. Entah siapa namanya, apa yang mereka bicarakan, temannya itu langsung menghampiri Gadis itu. Dan entah apa juga yang ia bisikan, gadis itu menatapku dengan pandangan tersipu sambil tersenyum. Aku pun membalas dengan senyuman.yahh...ada sedikit rasa malu yang muncul di kepalaku.
"Her name is Amirah" Shan langsung memotong.
Well. Sampai acara selesai, aku sama sekali tidak menegurnya. Yah, tidak lain karena aku sedikit pemalu. hahaha.Acara pun selesai, antara siswa-siswi SMP N 1 dan Changkat Changi saling bersalaman. Tepat giliranku menyalami Amirah, aku gugup, tanganku gemetaran. Tapi, cuek saja aku. Dengan memasang wajah tambeng, aku menyalaminya. Teman-temannya sedikit menyorakinya.
"Sssttt....Amirah...iyeeeee...!!!"Yah...caranya tidak jauh beda dengan cara anak-anak di Indoneia ini. Semua telah bubar. tidak terasa acara itu memakan waktu kurang lebih 2-3 jam.
Sore harinya, aku mendapat kabar kalau beberapa perwakilan dari masing-masing kelas 9 diminta untuk hadir di acara makan malam pada hari sabtu di Grand Kamala oleh Mr.Erwin.Yah, siapa yang menolak jika dapat kesempatan yang begitu langka dan membanggakan itu.
Sore itu pun telah tiba. Aku menyiapkan gitar kebanggaanku. Karena aku dan alvin akan mempersembahkan sebuah lagu di acara makan malam itu.Dengan mobil kecilnya Alvin membawa kami ke grand kamala. Setelah menunggu lama, rombongan siswa dan guru Changkat Changi pun datang dan acara segera dimulai. Dengan maksud mempererat tali silaurahmi, Mr.Erwin menggabungkan antara siswa-siswi SMP 1 dengan Siswa-Siswi Changkat Changi di satuu meja. Tapi, sialnya aku di pasangkan dengan 5 orang perempuan. Betapa tidak aku gugup. Aku laki-laki sendiri diantara mereka.Tapi, gugupku mulai hilang saat satu diantara mereka menanyakan namaku.
"Hi, what's your name"
"Fadlan" simple answer kan! Kami terdiam sesaat setelah akhirnya, siswi changkat changi yang duduk disebah kananku menyindirku.
"That's Amirah! She is alone"dengan nada bicaranya yang sedikit menyindir.
"so...???"Aku pura-pura tidak mengerti.
"So...?!"Dia berbalik tanya.
Entah apa yang ia katakan karena gaya bahasa inggrisnya bercampur dengan logat melayu. Tapi, intinya ia menyuruhku menemani Amirah yang pada saat itu sedang duduk sendiri. Hahhaha...hatiku tidak menolak, tapi badanku gugup.
Setelah makan malam selesai, diwarnai sedikit hujan rintik, acara dilanutkan dengan hiburan nyanyian-nyanyian. Dan giliran aku dan alvin untuk menghibur. Kami maju ke gazebo yang dipakai untuk panggung hiburan itu. Petikan pertama gitarku ku mainkan. yah...MORE THAN WORD. Siapa tak kenal lagu itu. Didengar dari intro awalnya saja semua sudah bisa menebak.
Karena itu kali pertamanya aku memainkan gitar didepan orang asing yang datang jauh dari negeri orang, aku pun merasa gugup. Petikan-petikan yang salah tidak bisa ku elakkan. Tanganku mulai dibasahi dengan keringat.
Setelah giliranku selesai, dilanjutkan lagi dengan lagu-lagu lainnya. Disaat orang-orang menikmati lagu, aku menghampiri Amirah untuk mengajaknya foto bersama, tapi hanya berdua.
"Hi, Would you mind to take photo together with me? Just for unforgetable memoriez. Teman-teman disekitarnya kembali menyorakiku. Yah...aku tak peduli.
Kemudia penghibur itu menyanyikan lagu-lagu lain. Dengan musik yang sedikit nge-beat dan nada dangdutnya, membuat kami semua bergoyang. Pada saat itulah Ferra, salah satu murid Changkat Changi menarik Alvin. Ia meminta Alvin menemaninya dansa. Hahahaha...!!!Aku geli melihat wajahnya pada saat itu. Mati Kutu! Apalagi saat Ferra menyuruh Alvin memegang perutnya, hahahaha...dia hanya melotot. Tapi, akkhhh...Ferra menarikku pula. Tapi, aku tak tahu siapa lawan dansaku. Sesaat, salah seorang teman Amirah mendorngnya di lingkaran dansa hingga aku sedikit membentur badannya. Yah...dia hanya tersenyum, tertawa. Begitu juga aku. Aku bingung apa yang harus ku lakukan. Tapi melihat Alvin dan Ferra yang begitu kompak, aku tak mau kalah. Aku ajak pula Amirah meniru gaya mereka.
"hhhm....so...???...look at them...!!!"Ajak ku secara tidak langsung. And...aku mulai memegang tangannya...kami menari mengikuti irama lagu. Kami berloncat-ria.
hahaha...yah...setelah lelah...aku melepas tangan ku.Aku mundur dari kerumunan itu. Salah satu teman Shan menghampiriku.
"Hey...are you happy?" Aku hanya terdiam sambil tersenyum. Tanpa ku jawab, dia pasti sudah tahu jawabannya.
"You know, The dance is a sweet gift for you from amirah" Aku terkejut. Aku fikir, aku salah mendengar.
"Are you sure...???...How can you know?"Tanyaku untuk memastikan.
"She is my friend! She told me before"Dia meyakini ku.
Well, whatever lah itu yang pasti aku senang.
Tidak Terasa, acara selesai. Kami semua sangat sedih. Aku menghampiri Alvin, menanyakan sedikit tentang perasaannya ketika Ferra mengajaknya dansa. Dia sangat senang dan gugup pastinya. Kemudian, 3 siswi changkat changi yang menjadi teman semejanya Alvin menghampiri kami.
"Nice song, guys. Hope we can meet again"
Hanissah, salah satu dari mereka yang wajahnya sedikit oriental tapi dia asli berdarah melayu adalah orang pertama yang membentangkan tangannya. Awalnya aku bingung apa maksudnya. Tetapi ia langsung memelukku. Wew! aku hanya terdiam. Dilanjutkan Daniah, dan satu teman yang lainnya. Mereka juga memeluk Alvin. Lain halnya dengan ku, Alvin merespon pelukan mereka. Huh, dasar PlayBoy! Mereka mengucapkan selamat tinggal. Sedih rasanya.
Setelah itu Aku dan Alvin ditambah Keisha dan Deia yang minta diantarkan oleh Alvin masuk ke dalam mobil. Insting Lelaki kami keluar. Alvin mengajak kami untuk menyusul mereka ke Novotel, hotel yang mereka tempati.tanpa basa-basi aku setuju, begitu juga dengan Keisha dan Deia. Sesampai di Novotel, kami memarkirkan mobil kami. Kami keluar dari mobil. Dari kejauhan, mereka sedang duduk di lantai Lobby Novotel. Sepertinya, mereka sedang mendapat pengarahan dari sang pemandu misata.Merasa segan, kami hanya menunggu mereka bubar. Setelah beberapa kali melirik, akhirnya kami liat, lobby sudah sepi. Awalnya aku dan Alvin sempat putus asa karena kami anggap, kami terlambat. Tapi, lain halnya keisha. Dia punya gagasan bagus. Dia segera masuk ke lobby, menghampiri resepsionis, dan menanyakan nomor kamar yang ditempati oleh Amirah.
"Permisi mba'. Bisa tau nomor kamar salah satu rombongan dari Changkat Changi, Singapur?"Tanya keisha dengan semangat yang menggebu-gebu. Entah apa yang membuatnya juga bersemangat. Mungkin Nadhirs yang menjadi idola mereka juga.
Dapat...!...kami dapat nomornya. Kami segera menghampiri telpon di seberang mata kami. kami menghubungi Amirah. Awalnya, Keisha yang berbicara,setelah akhirnya menyerahkan telpon itu pada ku.
"Hi...can I speak to Amirah?"Tanya keisha dengan gaya bahasa inggrisnya yang khas.
"Yeah...I am" Itu lah jawaban dari Amirah yang terdengar olehku dari kejauhan speaker telpon. "Fadlan wanna speak to you" Blum! jantungku langsung berdebar-debar. Sekarang aku yang mengambil alih telpon.
"Hi Amirah! Do you have time now?"tanyaku.
"Yeah..."jawabnya simpel.
"Would you mind to go to lobby right now?"Ajakku dengan sedikit terpatah-patah.
"Iyeah..."
Yes...!!!....teriakku dalam hati. Akhirnya. Kemudian Alvin berbisik di belakangku.
"Lan, ajak Ferra juga!" Yah...aku tidak mau dikatakan sebagai teman yang mau senang sendiri. aku pun bicara pada Amirah untuk mengajak Ferra bersamanya.
Setelah itu, kami menunggu beberapa saat. Amirah keluar dengan celana panjang dan menggunakan sweeter. Dari kejauhan dia terlihat tersenyum. Itulah yang membuatku Blush. Ahahahahah.Dia terlihat begitu manja. Ia meloncat-loncat kecil sambil menghampiriku. Ku persilahkan dia duduk.
"Hi...hhmmm..."Yeah...I dunno what I want to say.
"where is Ferra?"Aku mulai bicara untuk membuka topik.
"She is still on the way"jawab Amirah. Hmm...dengan banyak basa-basi kami mulai kedekatan kami. Tak lama setelah itu, Ferra datang bersama temannya yang lain. Nadhir, dan dua orang teman perempuan mereka.Setelah itu, Ferra mengajak kami untuk pergi ke kolam renang. Tepatnya di bagian tengah novotel. Ini kali pertamanya aku masuk ke Novotel. Pemandangan di sekitar kolam renang ini romantis. Pendapatku tidak beda dengan Amirah. Saat ku tanya pendapatnya tentang hotel ini.
"So...This is your first time to go to here, right. What do you think about it?"
"yeah...it's romantic" Jawabnya dengan suara yang memang seperti anak kecil, begitu lucu.
Aku, Alvin, deia, Keisha, Amirah, Ferra, Ndhir, Hyrza dan satu teman lainnya. Kami semua duduk di salah satu jembatan kecil yang dibuat untuk mempercantik kolam renang itu. Satu per satu topik pembicaraan kami bahas. Entah apa hubungannya. Mulai dari horor, kisah cinta, dan lain-lain. Yah...itu ah mungkin satu cara untuk bisa mengenal satu sama lain lebih jauh.Karena ketakutan, Amirah menghindar dari pembicaraan kami mengenai hantu. hahaha. Di berpindah tempat duduk.Tepatnya di pinggir kolam. Aku pun menyusul. Akhirnya kami berdua.
"Why? Are you scared? Hyrza said, you can see them?" yah...ternyata dia juga melihat hantu-hantu.
hahha...entah apa konyol terdengar. Tapi, terkadang aku mengalaminya. Dia terdiam sambil menutup telinga dan matanya. Aku coba menghiburnya. Dia kembali membuka mata dan telinganya. Kami memilih topik pembicaraan yang lain. Hirzah datang menghampiri kami. yeah...we had a nice joke.
Tak terasa, jarum jam menunjuk angka 11.30. This time for us to go home. Kami berpamitan dengan mereka.
"Hey...we got to go"aku sedikit menegur Amirah yang sedang terdiam.
"ooowhhh...."Hhm...entah apa maksud dari gumam nya itu.
"hhhm....well, hope to see you again in Singapore"Dia tahu jika aku akan ke Singapura.
"Iyup...If I arrive in Singapore, I'll call you, soon."balasku. Awalnya kami saling pandang. entah apa, seperti ada yang ingin ia sampaikan. tapi, aku langsung berbalik karena Alvin sudah meneriakiku. Tapi, Keisha berbisik.
"Sssttt...peluk sana! yah...bisikannya terdengar oleh yang lain. Sehingga Nadhir Ferra deia dan Alvin juga menyuruh ku memeluk Amirah. Ok...Aku berbalik lagi. dengan sedikit gemetar aku menyambut tangannya, dan kami pun berpelukan.Yah...itu merupakan hal biasa bagi mereka. Spesial bagi ku, tapi tidak untuk mereka. Kemuadian, Amirah dan temannya kubiarkan kembali ke kamar, sedangkan Ferra dan Nadhir mengantar kami sampai di depan pintu Novotel.
Akhirnya, pertemuan singkat itu berakhir. Kedekatan itu hanya berlangsung dua hari. Tapi, semoga dengan kemajuan zaman ini dapat mempermudah kami berkomunikasi satu sama lain meski berada di negara yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar