Dibalik pintu2 yang tertutup…
Menunggulah dia seorang pria…
Mengharapkan kedatangan seseorang yang membawakan kunci…
Ia pun berbalik dan pergi tanpa pernah mencoba mengetuk pintu itu…
…dia mati…
tanpa pernah tau bahwa pintu2 itu tidak pernah terkunci…
Menyesal…
Sesal nya di alam sana…
Selasa, 29 November 2011
Aku kembali
Setelah sekian lama kehilangan jejak blog saya...saya kembali, dengan blog lama...
Sorry, abis ini aku mau re-post dari blog baru, yg kayaknya bakal aku tinggalin...
Minggu, 26 April 2009
Ayah
Aku memandangi wajah ayahku yang sedang tertidur. Mengamati guratan-guratan yang tergores di wajah tuanya. Goresan perjalanan hidup yang tersusupi peluh dan air mata. Goresan yang seolah-olah meluapkan begitu banyak kenangan di antara aku dan ayahku.
Anganku menerbangkan ingatanku ke masa kecilku. Teringat bagaimana ayahku mengenggam tanganku begitu erat saat menyebrang jalan bahkan tak segan beliau menggendongku begitu erat saat harus melewati keramaian jalan. Ayahku melindungiku dengan lengannya yang kokoh yang seolah-olah berkata bahwa tak ada satu hal pun di dunia ini dapat menggangguku. Aku ingat betapa ayahku sering mengangkat tubuhku tinggi-tinggi berulang kali sampai aku tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Terbanglah, nak…gapai impianmu seringgi-tingginya…” Saat itu aku tak begitu paham maksudnya. Yang aku mengerti bahwa melayang-layang di udara sungguh mengasyikkan. Dan saat tubuhku kembali menginjak daratan aku pun memaksa ayahku untuk mengangkatku kembali. namun ayahku tersenyum dan mengatakan bahwa manusia harus sadar bahwa kita ini hidup di darat bukan di udara. Waktu bermain selesai, anakku.
Ayahku seorang yang keras. Badannya penuh luka hasil dari perjalanan hidupnya. Tangannya kasar karena pekerjaannya. Namun tangan itulah yang tak henti mengusap rambutku sampai aku tertidur. Tangan itulah yang membelai punggungku saat aku dilanda keresahan. Tangan itulah yang mencengkram bahuku dan menegakkan tubuhku saat aku terjatuh. Tangan dan lengan yang begitu panik menggendongku ke rumah sakit saat aku demam tinggi. Tangan yang tak segan memukulku saat aku melanggar aturan. Serta tangan itulah yang tak pernah lelah menengadah dalam doa-doanya, mengusap air matanya saat harapan bagi kebahagiaan keluarga yang dicintainya dilantunkan.
Namun dalam kelembutan hatinya, disiplin adalah prinsipnya. Tak segan ayahku memarahiku saat aku berbuat nakal atau lupa membuat PR. Menghukumku saat aku mangkir mengaji dan malah bermain-main bersama teman-temanku. Mengamuk habis-habisan saat aku lalai sholat apalagi saat aku melawan ibuku. Ayahku bisa sangat murka. Namun setelah kemarahannya reda, ayah akan memelukku erat dan berkata betapa dia sangat menyayangiku. Saat itu aku tak mengerti mengapa rasa sayang diungkapkan dengan kemarahan. Namun akhirnya aku mengerti betapa hukuman Tuhan lebih pedih daripada hukuman ayahku. Ayahku sangat mencintaiku.
Ayahku bersifat keras tapi bukan diktator. Saat aku beranjak remaja, ayah tidak pernah melarangku bermain bersama teman-teman dan mengikuti berbagai kegiatan. Ayah juga tidak pernah melarangku berpergian kesana kemari mengunjungi berbagai tempat. Tapi ayahku tetap ayahku. Ayah tetap akan memarahiku saat aku berbohong atau saat nilai-nilaiku menurun. Menghukumku saat aku mangkir mengaji dan malah bermain-main bersama teman-temanku. Mengamuk habis-habisan saat aku lalai sholat apalagi saat aku melawan ibuku. Ayah tetap seperti itu. Tapi mungkin kuantitas kemarahannya sudah jauh berkurang. Aku pun sudah jauh lebih mengerti.
Kini saat aku sudah dewasa, memandangi wajah tua ayahku membuat hatiku pilu. Begitu keras perjuangan hidupnya dan begitu melelahkan segala rintangan yang dilewatinya. Namun dia tak pernah sekalipun mengeluh demi cintanya terhadap keluarganya. Terkadang sakitpun tak dirasakannya demi membahagiakan anak istrinya. Aku bahkan tak tahu bagaimana bisa aku membalas segala kasih dan pengorbanan Ayah. Saat aku tanyakan itu, ayah hanya tersenyum. Ayah berkata ia tidak butuh apa-apa selain bait-bait doa dari anaknya yang soleh agar dapat melapangkan kuburnya, memudahkan hisabnya, membawanya ke surga dan berkumpul dengan keluarganya di sana.
Aku menangis.
Anganku menerbangkan ingatanku ke masa kecilku. Teringat bagaimana ayahku mengenggam tanganku begitu erat saat menyebrang jalan bahkan tak segan beliau menggendongku begitu erat saat harus melewati keramaian jalan. Ayahku melindungiku dengan lengannya yang kokoh yang seolah-olah berkata bahwa tak ada satu hal pun di dunia ini dapat menggangguku. Aku ingat betapa ayahku sering mengangkat tubuhku tinggi-tinggi berulang kali sampai aku tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Terbanglah, nak…gapai impianmu seringgi-tingginya…” Saat itu aku tak begitu paham maksudnya. Yang aku mengerti bahwa melayang-layang di udara sungguh mengasyikkan. Dan saat tubuhku kembali menginjak daratan aku pun memaksa ayahku untuk mengangkatku kembali. namun ayahku tersenyum dan mengatakan bahwa manusia harus sadar bahwa kita ini hidup di darat bukan di udara. Waktu bermain selesai, anakku.
Ayahku seorang yang keras. Badannya penuh luka hasil dari perjalanan hidupnya. Tangannya kasar karena pekerjaannya. Namun tangan itulah yang tak henti mengusap rambutku sampai aku tertidur. Tangan itulah yang membelai punggungku saat aku dilanda keresahan. Tangan itulah yang mencengkram bahuku dan menegakkan tubuhku saat aku terjatuh. Tangan dan lengan yang begitu panik menggendongku ke rumah sakit saat aku demam tinggi. Tangan yang tak segan memukulku saat aku melanggar aturan. Serta tangan itulah yang tak pernah lelah menengadah dalam doa-doanya, mengusap air matanya saat harapan bagi kebahagiaan keluarga yang dicintainya dilantunkan.
Namun dalam kelembutan hatinya, disiplin adalah prinsipnya. Tak segan ayahku memarahiku saat aku berbuat nakal atau lupa membuat PR. Menghukumku saat aku mangkir mengaji dan malah bermain-main bersama teman-temanku. Mengamuk habis-habisan saat aku lalai sholat apalagi saat aku melawan ibuku. Ayahku bisa sangat murka. Namun setelah kemarahannya reda, ayah akan memelukku erat dan berkata betapa dia sangat menyayangiku. Saat itu aku tak mengerti mengapa rasa sayang diungkapkan dengan kemarahan. Namun akhirnya aku mengerti betapa hukuman Tuhan lebih pedih daripada hukuman ayahku. Ayahku sangat mencintaiku.
Ayahku bersifat keras tapi bukan diktator. Saat aku beranjak remaja, ayah tidak pernah melarangku bermain bersama teman-teman dan mengikuti berbagai kegiatan. Ayah juga tidak pernah melarangku berpergian kesana kemari mengunjungi berbagai tempat. Tapi ayahku tetap ayahku. Ayah tetap akan memarahiku saat aku berbohong atau saat nilai-nilaiku menurun. Menghukumku saat aku mangkir mengaji dan malah bermain-main bersama teman-temanku. Mengamuk habis-habisan saat aku lalai sholat apalagi saat aku melawan ibuku. Ayah tetap seperti itu. Tapi mungkin kuantitas kemarahannya sudah jauh berkurang. Aku pun sudah jauh lebih mengerti.
Kini saat aku sudah dewasa, memandangi wajah tua ayahku membuat hatiku pilu. Begitu keras perjuangan hidupnya dan begitu melelahkan segala rintangan yang dilewatinya. Namun dia tak pernah sekalipun mengeluh demi cintanya terhadap keluarganya. Terkadang sakitpun tak dirasakannya demi membahagiakan anak istrinya. Aku bahkan tak tahu bagaimana bisa aku membalas segala kasih dan pengorbanan Ayah. Saat aku tanyakan itu, ayah hanya tersenyum. Ayah berkata ia tidak butuh apa-apa selain bait-bait doa dari anaknya yang soleh agar dapat melapangkan kuburnya, memudahkan hisabnya, membawanya ke surga dan berkumpul dengan keluarganya di sana.
Aku menangis.
Sabtu, 21 Juni 2008
The most hurts in your life is find sum1 and fall in love, just 4 find out that they R't 4 U and U have been spend Ur time 4 sum1 that never respect it.
If they R't respect it now, they wont ever respect it anymore. not 1 year again, 2 years again, 10 years again. Let them go.
Eventhough it's really hurt 'n love will hurt when u leave sum1, and more hurt when U 4got by ur love but it will be more hurt if sum1 that u love dont know what is ur felling.
one more, it's indeed so if u see sum1 that u love, is happy w/ the other but its more hurt if they cat happy w/ u anymore...
Good luck 4 U...good luck 4 find ur love...!!!
"THE LOVE WILL U GET IF U HONEST AND STRAIGHTFORWARD STRUGGLE 4 LOVE"
SOURCE : http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
If they R't respect it now, they wont ever respect it anymore. not 1 year again, 2 years again, 10 years again. Let them go.
Eventhough it's really hurt 'n love will hurt when u leave sum1, and more hurt when U 4got by ur love but it will be more hurt if sum1 that u love dont know what is ur felling.
one more, it's indeed so if u see sum1 that u love, is happy w/ the other but its more hurt if they cat happy w/ u anymore...
Good luck 4 U...good luck 4 find ur love...!!!
"THE LOVE WILL U GET IF U HONEST AND STRAIGHTFORWARD STRUGGLE 4 LOVE"
SOURCE : http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
Puisi cinta..tanya cinta...cinta..cinta..cinta
Yg paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta,
hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak "menghagai" sekarang, dia tidak akan pernah "menghargai" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi... walaupun itu menyakitkan..dan Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah
dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila
kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan
lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang
kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya
kamu rasakan. satu lagi ...
sumber/source: http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai
sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih
sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak
berbahagia bersama kamu....
bagi yang sedang jatuh cinta....selamat berjuang demi cinta....
"cinta akan kamu peroleh apabila kamu tulus berjuang demi cinta"
hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak "menghagai" sekarang, dia tidak akan pernah "menghargai" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi... walaupun itu menyakitkan..dan Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah
dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila
kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan
lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang
kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya
kamu rasakan. satu lagi ...
sumber/source: http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai
sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih
sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak
berbahagia bersama kamu....
bagi yang sedang jatuh cinta....selamat berjuang demi cinta....
"cinta akan kamu peroleh apabila kamu tulus berjuang demi cinta"
Yeahh...!!!...I promote to Senior High School...!!!...thanks ALLAH...!!
Well...petang itu, semua murid sudah berkumpul di Masjid Bayatul Madjid. Kami di ajak solah ashar berjama'ah, di beri tausyiah.
Pada saat Bu Mirwani berbicara, kami semua tegang.
"Anak-anak sekalian, kalian setelah ini harus segera melakukan sujud syukur. Karena tidak ada dari kalian yang tinggal di kelas 9..!!!"
Yeahh..!!..semua murid berteriak...!!!...girang..!!..haha..!!
Alhamdulillah....Thanks ALLAH...!!!
Now, I continue my school to Xaverius 1 Senior High School...!!!
^_^
^_^
^_^
Pada saat Bu Mirwani berbicara, kami semua tegang.
"Anak-anak sekalian, kalian setelah ini harus segera melakukan sujud syukur. Karena tidak ada dari kalian yang tinggal di kelas 9..!!!"
Yeahh..!!..semua murid berteriak...!!!...girang..!!..haha..!!
Alhamdulillah....Thanks ALLAH...!!!
Now, I continue my school to Xaverius 1 Senior High School...!!!
^_^
^_^
^_^
Kamis, 19 Juni 2008
Yah...Nice Farewell Party
Pukul 9 pagi. Acara sudah dimulai. Meskipun belum semua murid hadir. Acara dibuka dengan penampilan band-band. Dan saat giliranku untuk menampilkan musik instrumental andalanku, Romance de Amore. Yang pasti, musik itu kumaikan sendiri. Artinya solo gitar.
Yah...segala macam susunan acar dilewati. Sampai akhirnya di puncak acara, Ami membacakan puisinya yang hampir membuat
ku menangis. (sejujurnya, aku sudah menangis. tapi, gengsi doooonk)
Yah...kami bersalam-salaman dengan guru, teman. Betapa mengharukannya suasana itu. Semua yang sehari-harinya terlihat nakal, badung, semua menangis haru. Bagaimanapun persahabatan itu dibangun selama 3 tahun lamanya. dan harus dipisahkan. Memang, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Layakanya pertemuanku dengan Amirah, kan...???...hahah.
Akhirnya...Hari itu menjadi pertemuan terakhir kamu secara simbolis. Karena, keesokan harinya kami masih tetap bertemu kok, pada acara pengumuman hasil ujian.
well, friends...
Never say good bye...
U may not say good bye...
Dont ever say good bye even just once...
Itulah yang disampaikan ami dalam puisinya...
haha..!!
Yah...segala macam susunan acar dilewati. Sampai akhirnya di puncak acara, Ami membacakan puisinya yang hampir membuat
ku menangis. (sejujurnya, aku sudah menangis. tapi, gengsi doooonk)
Yah...kami bersalam-salaman dengan guru, teman. Betapa mengharukannya suasana itu. Semua yang sehari-harinya terlihat nakal, badung, semua menangis haru. Bagaimanapun persahabatan itu dibangun selama 3 tahun lamanya. dan harus dipisahkan. Memang, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Layakanya pertemuanku dengan Amirah, kan...???...hahah.
Akhirnya...Hari itu menjadi pertemuan terakhir kamu secara simbolis. Karena, keesokan harinya kami masih tetap bertemu kok, pada acara pengumuman hasil ujian.
well, friends...
Never say good bye...
U may not say good bye...
Dont ever say good bye even just once...
Itulah yang disampaikan ami dalam puisinya...
haha..!!
Langganan:
Postingan (Atom)