The most hurts in your life is find sum1 and fall in love, just 4 find out that they R't 4 U and U have been spend Ur time 4 sum1 that never respect it.
If they R't respect it now, they wont ever respect it anymore. not 1 year again, 2 years again, 10 years again. Let them go.
Eventhough it's really hurt 'n love will hurt when u leave sum1, and more hurt when U 4got by ur love but it will be more hurt if sum1 that u love dont know what is ur felling.
one more, it's indeed so if u see sum1 that u love, is happy w/ the other but its more hurt if they cat happy w/ u anymore...
Good luck 4 U...good luck 4 find ur love...!!!
"THE LOVE WILL U GET IF U HONEST AND STRAIGHTFORWARD STRUGGLE 4 LOVE"
SOURCE : http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
Sabtu, 21 Juni 2008
Puisi cinta..tanya cinta...cinta..cinta..cinta
Yg paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta,
hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak "menghagai" sekarang, dia tidak akan pernah "menghargai" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi... walaupun itu menyakitkan..dan Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah
dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila
kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan
lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang
kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya
kamu rasakan. satu lagi ...
sumber/source: http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai
sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih
sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak
berbahagia bersama kamu....
bagi yang sedang jatuh cinta....selamat berjuang demi cinta....
"cinta akan kamu peroleh apabila kamu tulus berjuang demi cinta"
hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak "menghagai" sekarang, dia tidak akan pernah "menghargai" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi... walaupun itu menyakitkan..dan Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah
dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila
kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan
lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang
kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya
kamu rasakan. satu lagi ...
sumber/source: http://masdosku.blogspot.com/2005/08/taukah-kamu.html
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai
sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih
sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak
berbahagia bersama kamu....
bagi yang sedang jatuh cinta....selamat berjuang demi cinta....
"cinta akan kamu peroleh apabila kamu tulus berjuang demi cinta"
Yeahh...!!!...I promote to Senior High School...!!!...thanks ALLAH...!!
Well...petang itu, semua murid sudah berkumpul di Masjid Bayatul Madjid. Kami di ajak solah ashar berjama'ah, di beri tausyiah.
Pada saat Bu Mirwani berbicara, kami semua tegang.
"Anak-anak sekalian, kalian setelah ini harus segera melakukan sujud syukur. Karena tidak ada dari kalian yang tinggal di kelas 9..!!!"
Yeahh..!!..semua murid berteriak...!!!...girang..!!..haha..!!
Alhamdulillah....Thanks ALLAH...!!!
Now, I continue my school to Xaverius 1 Senior High School...!!!
^_^
^_^
^_^
Pada saat Bu Mirwani berbicara, kami semua tegang.
"Anak-anak sekalian, kalian setelah ini harus segera melakukan sujud syukur. Karena tidak ada dari kalian yang tinggal di kelas 9..!!!"
Yeahh..!!..semua murid berteriak...!!!...girang..!!..haha..!!
Alhamdulillah....Thanks ALLAH...!!!
Now, I continue my school to Xaverius 1 Senior High School...!!!
^_^
^_^
^_^
Kamis, 19 Juni 2008
Yah...Nice Farewell Party
Pukul 9 pagi. Acara sudah dimulai. Meskipun belum semua murid hadir. Acara dibuka dengan penampilan band-band. Dan saat giliranku untuk menampilkan musik instrumental andalanku, Romance de Amore. Yang pasti, musik itu kumaikan sendiri. Artinya solo gitar.
Yah...segala macam susunan acar dilewati. Sampai akhirnya di puncak acara, Ami membacakan puisinya yang hampir membuat
ku menangis. (sejujurnya, aku sudah menangis. tapi, gengsi doooonk)
Yah...kami bersalam-salaman dengan guru, teman. Betapa mengharukannya suasana itu. Semua yang sehari-harinya terlihat nakal, badung, semua menangis haru. Bagaimanapun persahabatan itu dibangun selama 3 tahun lamanya. dan harus dipisahkan. Memang, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Layakanya pertemuanku dengan Amirah, kan...???...hahah.
Akhirnya...Hari itu menjadi pertemuan terakhir kamu secara simbolis. Karena, keesokan harinya kami masih tetap bertemu kok, pada acara pengumuman hasil ujian.
well, friends...
Never say good bye...
U may not say good bye...
Dont ever say good bye even just once...
Itulah yang disampaikan ami dalam puisinya...
haha..!!
Yah...segala macam susunan acar dilewati. Sampai akhirnya di puncak acara, Ami membacakan puisinya yang hampir membuat
ku menangis. (sejujurnya, aku sudah menangis. tapi, gengsi doooonk)
Yah...kami bersalam-salaman dengan guru, teman. Betapa mengharukannya suasana itu. Semua yang sehari-harinya terlihat nakal, badung, semua menangis haru. Bagaimanapun persahabatan itu dibangun selama 3 tahun lamanya. dan harus dipisahkan. Memang, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Layakanya pertemuanku dengan Amirah, kan...???...hahah.
Akhirnya...Hari itu menjadi pertemuan terakhir kamu secara simbolis. Karena, keesokan harinya kami masih tetap bertemu kok, pada acara pengumuman hasil ujian.
well, friends...
Never say good bye...
U may not say good bye...
Dont ever say good bye even just once...
Itulah yang disampaikan ami dalam puisinya...
haha..!!
Selasa, 17 Juni 2008
My Singapore Friends (Part 2)
Tanggal 9 Juni 2008 telah tiba. Itu artinya aku dan kawan-kawan serta guru-guru SMP N 1 Pelembang yang ikut serta dalam program Studi Banding / Study Comperative Thailand-Malaysia-Singapura-Batam. Semua barang-barang yang ku perlukan telah siap.
Sebelum ke Malaka, kami singgah di Cyber City. Cyber city ini dijuluki kota masa depan karena tekhnologi di kota ini memang sudah canggih. Bahkan, di sana tersebar ratusan atau bahkan ribuan CCTV.
Ok...tiada yang special di sini. Kami menuju hotel untuk bermalam. Dipagi harinya, kami bergegas menuju Singapura. Inilah hal yang paling ku sesalkan. Mengapa kami tidak bermalam disini..??!! Akhirnya, kami hanya singgah di Mustafa karena keterbatasan waktu. Saat semua sibuk menghamburkan uang, aku hanya tinggal di dalam bis. Karena, sebelumnya aku berharap Amirah mempunyai waktu untuk bertemu dengna ku. Jadi, aku seperti tidak punya napsu lagi untuk berlibur. Tapi, sesaat dari itu, ada SMS masuk...!!!...hahaha...!!!...ku harap itu dari Amirah! Setelah ku buka, ternyata dugaanku tak meleset! Itu sms dari Amirah.
"Hi there...I'll meet U"
Hahaha...biarpun itu merupakan pesan yang sangat singkat, tapi aku senang. Aku berteriak di dalam bis. Beberapa orang yang juga tinggal di dalam bis semua matanya menuju padaku. termasuk si supir (juru kemudi, euuyy). Aku segera keluar. Mencari toko yang menjual sim card. Awalnya aku bertanya pada sebuat stand tidak jauh dari mustafa mal.
"Do you have simcard, sir?"Begitulah aku bertanya.
"Hmm...yeah...how long you will stay in Singapore?"Dia nanya balik.
"Hhhm...only one day"
"Oh...you can buy it there"Dia menawariku tempat yang menjual simcard (yang mungkin hanya untuk orang yang singgah/turis) sambil menunjuk ke sebuah toko bernama 7-Eleven.
Yah...aku segera berlari ke arah sana. Aku masuk tanpa menghiraukan orang yang sedang berdiri di depan pintunya.
"Excuse me. Do you have simcard?"
"Yeah. It's 15 dolars"Dia langsung menyodorkan harga.
Aggghhhrr...tidak, uang ku tidak cukup. Aku kembali lagi ke bis untuk meminjam uang pada Vinny. Setelah mendapat pinjaman, aku kembali lagi ke 7-Eleven.
"Hhhhmmm...sorry...Simcard...I need one"
"Where is your pasport"Dia meminta paspor ku.
Sial...!!!...Susah bener mau beli simcard...!!!...
"Is it needed...???"Aku tanya balik.
"yeah...I need it"
Well, sepertinya aku memang ditakdirkan untuk lelah. Mungkin ini yang dinamakan pengorbanan. Aku berlari kembali ke bis, membongkar isi tas ku, dan paspor itu kudapat. Aku kembali lagi ke 7-Eleven.
"Well...now...simcard!"aku harap, aku tidak melupakan satu pun lagi.
"Your pasport, please"Dia meminta paspor ku.
"Here we are"Aku beri paspor ku padanya sambil merengut kesal. Betapa ditak, hanya untuk membeli simcard yang harganya 15dollar singapur, aku harus menunjukan paspor ku, berlari.
Setelah dalam proses yang melelahkan. Cek nomor paspor, dan lain-lain segala macamnya, akhirnya aku mendapatkan simcard ku. Segera ku masukan simcard ke telepon selular ku. Lalu, aku segera menelpon Amirah.
"Hi there...So, you will meet me in port"
"Yeah...but, I'm not sure what time I'll arrive there"
God damn...!!!...I'm affraid if we have no time to meet again. Padahal, aku punya sesuatu yang ingin ku berikan padanya.
"Well, I'll keep waiting 4 you there"
Akhirnya kami sampai di Harbourfront Port. Saat semua orang sudah memasukan barangnya di baggage check in, aku masih menunggu di depan pintu. Sesekali aku menelponnya, mengirm sms. Pada perjanjian awal, kami semua harus berada di kapal tepat pukul 4 sore. Dan, 10 menit lagi adalah pukul 4 tepat. Aku mulai putus asa. Guide telah memanggilku. Tubuhku semakin lemas. Karena, pada saat aku menelponnya, dia bilang dia masih menunggu kereta. Karena penasaran, aku bertanya pada seseorang security di sana.
"Excuse me sir. Where is a train station near here"tak peduli lagi kosa kata, grammar yang kugunakan dalam berbahasa inggris.
"Hhhmm...owh...it's just close by here. you just go out from the gate and you will find it" Dia menjelaskan dengna kata-kata yang sedikit rumit.
Tak peduli apa katanya, aku hanya ingin tau seberapa jauh stasiun kereta itu. Karena aku merasa aku tak punya waktu lagi, aku menitipkan hadiah yang ingin kuberikan kepada scurity tadi.
"Sir, can you help me"Aku meminta dengan nada sedikit keras.
"Yeah..."
"If there is a girl come here. And, she look like lookin' for something, please give it to her"Aku meminta tolang sambil menunjukan bungkusan yang kupegang.
"Oh...sorry I can't help you for that. Ask man there!"Dia bicara kurang jelas sambil menunjuk kearah seorang peria didepan pintu masuk. Ah, tapi aku tak yakin. Yasudah, sempat terlintas dibenakku untuk mengirimkan hadiah ini via post. Tapi, Adit tiba-tiba datang.
"Lan, cepet lah!..lah disuru masuk!"Dia berteriak dengan logat palembanynya yang kental.
Ok, akhirnya aku masuk. Tapi Adit menunjukan boarding pass nya, dan ku lihat kapal akan ditutup pukul 4.40. Great..!!..betapa senangnya aku. Aku segera mengirimkan pesan kepada Amirah.
"Hi, I'm so happy. We still have time. The ship will aboard at 4.40. So, we still have 40 minutes"
Hhmm...kemudian pesanku itu tidak dibalasnya. Tapi aku tak peduli. Aku tetap akan menunggu. Tapi, karena sidah didesak, aku masuk ke dalam. Aku menemui guide. Aku meminta waktu padanya. Sambil beralasan boarding pass itu yang menunjukan kapal berangkat pukul 4.40. Akhirnya, dia mengizinkan dengan satu syarat, Begitu ketemu, segera masuk. Aku hanya meng-iya-kan saja. Lagipula, mubazir sekali jika aku bertemu tapi hanya untuk menyerahkan bingkisan itu.
Hhhmm...hp ku bergetar. Aku segera mengangkatnya. Itu telpon dari Amirah! Jantungku berdebar-debar mengharapakan adanya berita baik. Yah...!!!...dugaanku tak meleset lagi. Dia bilang, dia telah sampai di Harbour Front port. Tapi, mataku sambil mencari-cari. dan, terlihat diujung bawah ekskalator sana, di sedang mencari seseuatu yang tiak lain adalah aku. Yah...akhirnya, aku pun bersandar pada sebuat dian penyangga bangunan itu. Tubuhkau terasa lemas. Entah kenapa dan apa yang membuatku begitu mengharapkan untuk bertemu dengannya kembali.
"Hi...you almost make me die!...I think We wont meet again."Aku berkeluh padanya.
"Sorry..."sebelum dia selesai bicara, aku memotong.
"Iyup, sorry If I force you to meet me"
"No...you aren't force me at all. I wanted to meet you, too"haha..iyah...itulah yang dia katakan.
Yah...sejenak kami bercakap-cakap. Dan, aku hampir lupa memberikan bingkisan itu.
"HHmmm...I have something for you. Here!"Aku berikan bingkisan itu.
And...dia juga punya sesuatu untuk ku. hahaha...well, sejenak kami hanya saling diam. tapi, aku tidak mau pertemuan ini sia-sia. setiap detik harus ku isi dengna kenangan-kenangan, kata-kata, senyuman-senyuman.
"HHmmm...maybe you wanna say saomething" yah..aku sedikit mendesaknya untuk bicara.
"yeah...I hope I will come to Palembang again"harapan yang tinggi. Tapi, kuharap dia ingin ke Palembang untuk bertemu dengna ku (lagi).
"Yeah...I hope so. And I hope it's not the last time we meet."hhhm...to do point saja aku bicara.
Kami terdiam kembali...Dan aku melihat agam yang terlihat gelisah akan waktu, karena dia menemani ku untuk bertemu dengan Amirah. Tapi, Agam lah inspirasiku (hahah). tanpa basa-basi aku meminta sesuatu dari Amirah.
"hhhm...it' sounds crazy, but Agam force me to hug you"hahah...dengan memasang muka badak aku meminta hal yang sebenarnya tidak pantas.
"yeahh...it's ok"great...!!...dia mau.
Akhirnya, pelukan itu menjadi penutup dari pertemuan kami.
Good bye Amirah...
Hmm...sangking asyiknya, aku sampai lupa akan paspor ku. Aku pun menjadi salah tingkah didepannya. Ternyata, papor itu kuletakan didalam kantong bawah celanaku.
Good bye Amirah...
Aku masuk ke pemeriksaan paspor sambil berteriak "IIYEAAAHHH..!!". Upss...ternyata teriakan ku itu salah. Semua mata tertuju padaku. Termasuk Bu MIrwani kepala sekolah kami.
Well, singkat cerita aku sudah berada didalam kapal. Akhirnya, kami berpisah. entah kapan akan bertemu kembali. Tapi, ku harap secepatnya.
Kapal ini menuju Batam, Indonesia. Dan itu artinya aku sudah kembali ke negeri asalku. Di Batam tidak terlalu berkesan. Karena, aku bisa kesana kapanpun aku mau. tapi, tidak untuk ke Singapura. Kami bermalam di salah satu hotel berbintang dua di Batam. Yang ku pikir adalah hotel terburuk yang pernah kukunjungi. Betapa tidak. Tanpa Lift, kamar yang bau, WC dengan closet yang rusak, shower yang tidak begitu deras. Hahaha...bagi ku itu adalah neraka dunia. Sore harinya, kami menuju ke Bandara. Karena tujuan terakhir kami adalah Palembang, dan pulang.
Sesampai dipalembang, sesuai pesan Amirah. "Buka kado itu dirumahku, jangan sekarang, diperjalanan ataupun dihotel. Ok, it's ok. Rumah ku pun ku capai, segera ku buka bungkisan kado itu. Betapa lucunya. Sebuah gantungan HP bertuliskan "OUR FRIENDSHIP SYMBOL", Boneka (yang kurasa adalah koala berkantung) dan sebuah bingkai poto. Dan, tanpa basa-basi, aku terpikir untuk meletakan poto kami berdua di poto itu.
Well, semua kisah itu sampai disini saja. Tapi, kuharap aku masih bisa melanjutkannya.
See you Amirah. I'll miss U...!!!
My Singapore Friends
Iyup!Kisah baru telah dimulai. Bisa dimulai dari tanggal 6 juni 2008.
Pagi itu semua murid yang ditunjuk untuk menyambut pelajar yang jauh datang dari negeri seberang, Singapura sudah siap. Formasi disusun secara rapih menurut warna songket yang dikenakan. Begitu bis pariwisata yang mereka tumpangi berhenti tepat didepan pagar SMP N 1 Palembang, semua murid menjadi tegang. Para pelajar Changkat Changi Secondary School Singapura itupun turun dari bis yang mereka tumpangi. Sejumlah penilaian bertumpuk di kepalaku. Ada yang terlihat sangat ramah dengan senyumnya, ada yang terlihat manis dengan cara berjalannya yang anggun. Kami pun mempersilakan mereka masuk ke dalam dan duduk di kursi VIP yang telah disusun rapih dengan dibungkus kain putih.
Kata sambutan oleh Mr.Erwin, mewakili kepala sekolah Changkat Changi membuka acara. Dilanjutkan sambutan oleh Kepala SMP N 1 Palembang. Kemudian acara diisi dengan tarian-tarian oleh siswa-siswi SMP N 1 Palembang dan Changkat Changi Singapore.
Tugasku pada saat itu hanya membagikan makanan kecil serta minuman-minuman kecil. Didampingi Manda, siswi kelas 8 aku mulai membagikan snacks.Wajahku pada saat itu tidak karuan. Antara senyum senang dicampur adukan dengan gugup. Betapa tidak, setiap langkahku ada saja salah satu dari mereka yang memperhatikanku.
Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan acara bebas. Aku yang merasa lelah, memilih kursi di pojok lapangan yang 3 dari 7 nya kosong. diantara kami ada 4 orang siswa singapura yang terlihat unik wajahnya. Orang yang pertama kali ku sapa adalah Shan yang duduk disebelah kananku.
"Hei...your name?"
"Bla.bla.bla.bla.bla.Gulshan"Dia menjelaskan namanya dengan panjang sambil menunjukan nameplate yang ia kenakan.
"But, you can call me shan" Yah ternyata nama yang cukup singkat untuk dipanggil.
Kami mulai bercakap-cakap. Tepat di depanku ada Harris yang sejak awal menjadi pusat perhatian anak-anak putri sekolah kami. Aku mulai menyapanya.
"Hey...how about you...???...what's your name?"
"Harriz" yahh...memang dia terlisah sedikit timmid.
Disebelah kanan Harris ada siswa yang terlihat berdarah India. Tapi, aku tak tertarik untuk berkenalan dengannya. Disaat-saat kami sedang ngobrol, dia hanya memotong pembicaraan kami.
Well, ekor mataku mulai terpanah pada seorang siswi Changkat Changi. Dia duduk tepat di seberang kursiku. merasa tertarik, aku menanyakan namanya kepada Shan.
"Hey, Shan! What is her name?" dengan gugupnya aku bertanya.
"Which one?" Dia bertanya karena aku menunjuknya hanya dengan bibir (hahahaha).
"The green one" Yah...I still remember what was she wearing.
Dengan batik khas melayu berwarnah light green itu, ia terlihat begitu manis.
"Owh...!!!...You like that girl! You want her number?!"Dia berteriak dengan gayanya yang khas India,mengeleng-gelengkan kepala.
"No...!!!...I just interested in her"I said. Kemudian, Shan sedikit berbisik pada temannya yang berkaca mata. Entah siapa namanya, apa yang mereka bicarakan, temannya itu langsung menghampiri Gadis itu. Dan entah apa juga yang ia bisikan, gadis itu menatapku dengan pandangan tersipu sambil tersenyum. Aku pun membalas dengan senyuman.yahh...ada sedikit rasa malu yang muncul di kepalaku.
"Her name is Amirah" Shan langsung memotong.
Well. Sampai acara selesai, aku sama sekali tidak menegurnya. Yah, tidak lain karena aku sedikit pemalu. hahaha.Acara pun selesai, antara siswa-siswi SMP N 1 dan Changkat Changi saling bersalaman. Tepat giliranku menyalami Amirah, aku gugup, tanganku gemetaran. Tapi, cuek saja aku. Dengan memasang wajah tambeng, aku menyalaminya. Teman-temannya sedikit menyorakinya.
"Sssttt....Amirah...iyeeeee...!!!"Yah...caranya tidak jauh beda dengan cara anak-anak di Indoneia ini. Semua telah bubar. tidak terasa acara itu memakan waktu kurang lebih 2-3 jam.
Sore harinya, aku mendapat kabar kalau beberapa perwakilan dari masing-masing kelas 9 diminta untuk hadir di acara makan malam pada hari sabtu di Grand Kamala oleh Mr.Erwin.Yah, siapa yang menolak jika dapat kesempatan yang begitu langka dan membanggakan itu.
Sore itu pun telah tiba. Aku menyiapkan gitar kebanggaanku. Karena aku dan alvin akan mempersembahkan sebuah lagu di acara makan malam itu.Dengan mobil kecilnya Alvin membawa kami ke grand kamala. Setelah menunggu lama, rombongan siswa dan guru Changkat Changi pun datang dan acara segera dimulai. Dengan maksud mempererat tali silaurahmi, Mr.Erwin menggabungkan antara siswa-siswi SMP 1 dengan Siswa-Siswi Changkat Changi di satuu meja. Tapi, sialnya aku di pasangkan dengan 5 orang perempuan. Betapa tidak aku gugup. Aku laki-laki sendiri diantara mereka.Tapi, gugupku mulai hilang saat satu diantara mereka menanyakan namaku.
"Hi, what's your name"
"Fadlan" simple answer kan! Kami terdiam sesaat setelah akhirnya, siswi changkat changi yang duduk disebah kananku menyindirku.
"That's Amirah! She is alone"dengan nada bicaranya yang sedikit menyindir.
"so...???"Aku pura-pura tidak mengerti.
"So...?!"Dia berbalik tanya.
Entah apa yang ia katakan karena gaya bahasa inggrisnya bercampur dengan logat melayu. Tapi, intinya ia menyuruhku menemani Amirah yang pada saat itu sedang duduk sendiri. Hahhaha...hatiku tidak menolak, tapi badanku gugup.
Setelah makan malam selesai, diwarnai sedikit hujan rintik, acara dilanutkan dengan hiburan nyanyian-nyanyian. Dan giliran aku dan alvin untuk menghibur. Kami maju ke gazebo yang dipakai untuk panggung hiburan itu. Petikan pertama gitarku ku mainkan. yah...MORE THAN WORD. Siapa tak kenal lagu itu. Didengar dari intro awalnya saja semua sudah bisa menebak.
Karena itu kali pertamanya aku memainkan gitar didepan orang asing yang datang jauh dari negeri orang, aku pun merasa gugup. Petikan-petikan yang salah tidak bisa ku elakkan. Tanganku mulai dibasahi dengan keringat.
Setelah giliranku selesai, dilanjutkan lagi dengan lagu-lagu lainnya. Disaat orang-orang menikmati lagu, aku menghampiri Amirah untuk mengajaknya foto bersama, tapi hanya berdua.
"Hi, Would you mind to take photo together with me? Just for unforgetable memoriez. Teman-teman disekitarnya kembali menyorakiku. Yah...aku tak peduli.
Kemudia penghibur itu menyanyikan lagu-lagu lain. Dengan musik yang sedikit nge-beat dan nada dangdutnya, membuat kami semua bergoyang. Pada saat itulah Ferra, salah satu murid Changkat Changi menarik Alvin. Ia meminta Alvin menemaninya dansa. Hahahaha...!!!Aku geli melihat wajahnya pada saat itu. Mati Kutu! Apalagi saat Ferra menyuruh Alvin memegang perutnya, hahahaha...dia hanya melotot. Tapi, akkhhh...Ferra menarikku pula. Tapi, aku tak tahu siapa lawan dansaku. Sesaat, salah seorang teman Amirah mendorngnya di lingkaran dansa hingga aku sedikit membentur badannya. Yah...dia hanya tersenyum, tertawa. Begitu juga aku. Aku bingung apa yang harus ku lakukan. Tapi melihat Alvin dan Ferra yang begitu kompak, aku tak mau kalah. Aku ajak pula Amirah meniru gaya mereka.
"hhhm....so...???...look at them...!!!"Ajak ku secara tidak langsung. And...aku mulai memegang tangannya...kami menari mengikuti irama lagu. Kami berloncat-ria.
hahaha...yah...setelah lelah...aku melepas tangan ku.Aku mundur dari kerumunan itu. Salah satu teman Shan menghampiriku.
"Hey...are you happy?" Aku hanya terdiam sambil tersenyum. Tanpa ku jawab, dia pasti sudah tahu jawabannya.
"You know, The dance is a sweet gift for you from amirah" Aku terkejut. Aku fikir, aku salah mendengar.
"Are you sure...???...How can you know?"Tanyaku untuk memastikan.
"She is my friend! She told me before"Dia meyakini ku.
Well, whatever lah itu yang pasti aku senang.
Tidak Terasa, acara selesai. Kami semua sangat sedih. Aku menghampiri Alvin, menanyakan sedikit tentang perasaannya ketika Ferra mengajaknya dansa. Dia sangat senang dan gugup pastinya. Kemudian, 3 siswi changkat changi yang menjadi teman semejanya Alvin menghampiri kami.
"Nice song, guys. Hope we can meet again"
Hanissah, salah satu dari mereka yang wajahnya sedikit oriental tapi dia asli berdarah melayu adalah orang pertama yang membentangkan tangannya. Awalnya aku bingung apa maksudnya. Tetapi ia langsung memelukku. Wew! aku hanya terdiam. Dilanjutkan Daniah, dan satu teman yang lainnya. Mereka juga memeluk Alvin. Lain halnya dengan ku, Alvin merespon pelukan mereka. Huh, dasar PlayBoy! Mereka mengucapkan selamat tinggal. Sedih rasanya.
Setelah itu Aku dan Alvin ditambah Keisha dan Deia yang minta diantarkan oleh Alvin masuk ke dalam mobil. Insting Lelaki kami keluar. Alvin mengajak kami untuk menyusul mereka ke Novotel, hotel yang mereka tempati.tanpa basa-basi aku setuju, begitu juga dengan Keisha dan Deia. Sesampai di Novotel, kami memarkirkan mobil kami. Kami keluar dari mobil. Dari kejauhan, mereka sedang duduk di lantai Lobby Novotel. Sepertinya, mereka sedang mendapat pengarahan dari sang pemandu misata.Merasa segan, kami hanya menunggu mereka bubar. Setelah beberapa kali melirik, akhirnya kami liat, lobby sudah sepi. Awalnya aku dan Alvin sempat putus asa karena kami anggap, kami terlambat. Tapi, lain halnya keisha. Dia punya gagasan bagus. Dia segera masuk ke lobby, menghampiri resepsionis, dan menanyakan nomor kamar yang ditempati oleh Amirah.
"Permisi mba'. Bisa tau nomor kamar salah satu rombongan dari Changkat Changi, Singapur?"Tanya keisha dengan semangat yang menggebu-gebu. Entah apa yang membuatnya juga bersemangat. Mungkin Nadhirs yang menjadi idola mereka juga.
Dapat...!...kami dapat nomornya. Kami segera menghampiri telpon di seberang mata kami. kami menghubungi Amirah. Awalnya, Keisha yang berbicara,setelah akhirnya menyerahkan telpon itu pada ku.
"Hi...can I speak to Amirah?"Tanya keisha dengan gaya bahasa inggrisnya yang khas.
"Yeah...I am" Itu lah jawaban dari Amirah yang terdengar olehku dari kejauhan speaker telpon. "Fadlan wanna speak to you" Blum! jantungku langsung berdebar-debar. Sekarang aku yang mengambil alih telpon.
"Hi Amirah! Do you have time now?"tanyaku.
"Yeah..."jawabnya simpel.
"Would you mind to go to lobby right now?"Ajakku dengan sedikit terpatah-patah.
"Iyeah..."
Yes...!!!....teriakku dalam hati. Akhirnya. Kemudian Alvin berbisik di belakangku.
"Lan, ajak Ferra juga!" Yah...aku tidak mau dikatakan sebagai teman yang mau senang sendiri. aku pun bicara pada Amirah untuk mengajak Ferra bersamanya.
Setelah itu, kami menunggu beberapa saat. Amirah keluar dengan celana panjang dan menggunakan sweeter. Dari kejauhan dia terlihat tersenyum. Itulah yang membuatku Blush. Ahahahahah.Dia terlihat begitu manja. Ia meloncat-loncat kecil sambil menghampiriku. Ku persilahkan dia duduk.
"Hi...hhmmm..."Yeah...I dunno what I want to say.
"where is Ferra?"Aku mulai bicara untuk membuka topik.
"She is still on the way"jawab Amirah. Hmm...dengan banyak basa-basi kami mulai kedekatan kami. Tak lama setelah itu, Ferra datang bersama temannya yang lain. Nadhir, dan dua orang teman perempuan mereka.Setelah itu, Ferra mengajak kami untuk pergi ke kolam renang. Tepatnya di bagian tengah novotel. Ini kali pertamanya aku masuk ke Novotel. Pemandangan di sekitar kolam renang ini romantis. Pendapatku tidak beda dengan Amirah. Saat ku tanya pendapatnya tentang hotel ini.
"So...This is your first time to go to here, right. What do you think about it?"
"yeah...it's romantic" Jawabnya dengan suara yang memang seperti anak kecil, begitu lucu.
Aku, Alvin, deia, Keisha, Amirah, Ferra, Ndhir, Hyrza dan satu teman lainnya. Kami semua duduk di salah satu jembatan kecil yang dibuat untuk mempercantik kolam renang itu. Satu per satu topik pembicaraan kami bahas. Entah apa hubungannya. Mulai dari horor, kisah cinta, dan lain-lain. Yah...itu ah mungkin satu cara untuk bisa mengenal satu sama lain lebih jauh.Karena ketakutan, Amirah menghindar dari pembicaraan kami mengenai hantu. hahaha. Di berpindah tempat duduk.Tepatnya di pinggir kolam. Aku pun menyusul. Akhirnya kami berdua.
"Why? Are you scared? Hyrza said, you can see them?" yah...ternyata dia juga melihat hantu-hantu.
hahha...entah apa konyol terdengar. Tapi, terkadang aku mengalaminya. Dia terdiam sambil menutup telinga dan matanya. Aku coba menghiburnya. Dia kembali membuka mata dan telinganya. Kami memilih topik pembicaraan yang lain. Hirzah datang menghampiri kami. yeah...we had a nice joke.
Tak terasa, jarum jam menunjuk angka 11.30. This time for us to go home. Kami berpamitan dengan mereka.
"Hey...we got to go"aku sedikit menegur Amirah yang sedang terdiam.
"ooowhhh...."Hhm...entah apa maksud dari gumam nya itu.
"hhhm....well, hope to see you again in Singapore"Dia tahu jika aku akan ke Singapura.
"Iyup...If I arrive in Singapore, I'll call you, soon."balasku. Awalnya kami saling pandang. entah apa, seperti ada yang ingin ia sampaikan. tapi, aku langsung berbalik karena Alvin sudah meneriakiku. Tapi, Keisha berbisik.
"Sssttt...peluk sana! yah...bisikannya terdengar oleh yang lain. Sehingga Nadhir Ferra deia dan Alvin juga menyuruh ku memeluk Amirah. Ok...Aku berbalik lagi. dengan sedikit gemetar aku menyambut tangannya, dan kami pun berpelukan.Yah...itu merupakan hal biasa bagi mereka. Spesial bagi ku, tapi tidak untuk mereka. Kemuadian, Amirah dan temannya kubiarkan kembali ke kamar, sedangkan Ferra dan Nadhir mengantar kami sampai di depan pintu Novotel.
Akhirnya, pertemuan singkat itu berakhir. Kedekatan itu hanya berlangsung dua hari. Tapi, semoga dengan kemajuan zaman ini dapat mempermudah kami berkomunikasi satu sama lain meski berada di negara yang berbeda.
Sabtu, 24 Mei 2008
Well...hari yang menyedihkan
Gak kerasa, 3 tahun udah gw lewatin di SMP 1 palembang ini. Dan saatnya gw harus berpisah dengan teman-teman gw. Well, It's heave for me. To lose my friends, my best friends, and a one I love.
Awalnya, gw kenal dia dari salah satu teman sekelas SD gw. Awalnya, perkenalan itu tak berkesan. Tapi, setelah beberapa minggu dilewati, kedekatan kami sudah terlihat. Kumpul-kumpul, ngobrol, ke kantin bersama. Dan ketika kami duduk di kelas 8, kami mencalonkan diri untuk menjadi pengurus OSIS. Kebetulan, aku dan dia menjadi rekan kerja. Yah, walaupun pangkatku lebih tinggi dari padanya. Dia ketua seksi, dan aq wakilnya. Cocok, bukan?
Disaat-saat inilah aku mulai merasakan rasa yang berbeda. Kami pun bertambah dekat. Sampai pada akhirnya, satu hal yang membuatku hancur. Ternyata, dia tidak merasakan apa yg ku rasakan. Sudah, ku mulai menghapus perasaan itu. Lambat laun, pertemanan kami renggang. waktu aku memberitaunya bahwa aku akan pindah, dia menghalangiku, dia berkata "I love U". Tapi, "as an elder brother". well, I think it's enough.
Kami beranjak ke kelas 9, dia menemukan laki-laki baru yg di beri cinta, dan dijadikannya seorang kekasih. Anehnya, aku cemburu. "HEI...LO GK PUNYA HAK UNTUK CEMBURU, MAN!"Ucapku membatin.
Sudahlah...everything is over. bentar lagi aku bakal keluar dari sekolah aku dan lanjut ke SMA yang sudah
aku dapatkan.
Hari itu, setelah jam pelajaran di hari terakhir kelas 9 selesai, semua menangis, berpelukan, seolah-olah mereka akan berpisah untuk selamanya. Aku pun terharu, hampir rasa hati ini akan menangis. Apalagi setelah melihat teman cowok ku yang ikut menangis. Huh...sensitif...
It's gonna be alright, friends..!!
It's heavy my friends...
Sorry for all my mistake that I did to U...
See U in sometime,some day, someplace, somelife
Awalnya, gw kenal dia dari salah satu teman sekelas SD gw. Awalnya, perkenalan itu tak berkesan. Tapi, setelah beberapa minggu dilewati, kedekatan kami sudah terlihat. Kumpul-kumpul, ngobrol, ke kantin bersama. Dan ketika kami duduk di kelas 8, kami mencalonkan diri untuk menjadi pengurus OSIS. Kebetulan, aku dan dia menjadi rekan kerja. Yah, walaupun pangkatku lebih tinggi dari padanya. Dia ketua seksi, dan aq wakilnya. Cocok, bukan?
Disaat-saat inilah aku mulai merasakan rasa yang berbeda. Kami pun bertambah dekat. Sampai pada akhirnya, satu hal yang membuatku hancur. Ternyata, dia tidak merasakan apa yg ku rasakan. Sudah, ku mulai menghapus perasaan itu. Lambat laun, pertemanan kami renggang. waktu aku memberitaunya bahwa aku akan pindah, dia menghalangiku, dia berkata "I love U". Tapi, "as an elder brother". well, I think it's enough.
Kami beranjak ke kelas 9, dia menemukan laki-laki baru yg di beri cinta, dan dijadikannya seorang kekasih. Anehnya, aku cemburu. "HEI...LO GK PUNYA HAK UNTUK CEMBURU, MAN!"Ucapku membatin.
Sudahlah...everything is over. bentar lagi aku bakal keluar dari sekolah aku dan lanjut ke SMA yang sudah
aku dapatkan.
Hari itu, setelah jam pelajaran di hari terakhir kelas 9 selesai, semua menangis, berpelukan, seolah-olah mereka akan berpisah untuk selamanya. Aku pun terharu, hampir rasa hati ini akan menangis. Apalagi setelah melihat teman cowok ku yang ikut menangis. Huh...sensitif...
It's gonna be alright, friends..!!
It's heavy my friends...
Sorry for all my mistake that I did to U...
See U in sometime,some day, someplace, somelife
Langganan:
Postingan (Atom)