Selasa, 17 Juni 2008

My Singapore Friends (Part 2)

Tanggal 9 Juni 2008 telah tiba. Itu artinya aku dan kawan-kawan serta guru-guru SMP N 1 Pelembang yang ikut serta dalam program Studi Banding / Study Comperative Thailand-Malaysia-Singapura-Batam. Semua barang-barang yang ku perlukan telah siap.
Tepat pukul 9, mama mengantarkan ku ke bandara. Diperjalanan kami mengalami sedikit masalah, sehingga perjalanan kami tertunda. Hingga pukul 10.20 , kami baru tiba di bandara. Huh, aku kira mereka akan meninggalkan ku. Aku berjalan terpontang-panting memasuki bandara. Setelah sempat aku bersalam pamit kepada mama ku tersayang ^_^, aku naik ke atas.
Di atas, semua anak sudah berkumpul. Yah, setelah beberapa proses yang memakan waktu lama, kami masuk ke dalam pesawat. Di Peasawat, aku duduk di banggu tepat diatas sayap. Teman sebangkuku yaitu Bagus dan Fasta. Selama perjalanan kami hanya bercerita. Penerbanyan itu memakan waktu kurang lebih 45 menit dari Palembang menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Sesampai disana, hal yang membosankan itu terjadi lagi. Kami harus mengantri untuk pemeriksaan paspor. Setalah pemeriksaan selesai, kami mengambil barang-barang kami masing-masing. Singkat cerita kami sudah berada didalam bis. Kami merasa sangat senang.
Yah, dan tujuan pertama kami di Malaysia adalah Istana Raja. Sayangnya kami tak dapat masuk kedalam. Karena, pemandu wisata kami menjelaskan bahwa Raja sedang Istirahat, sehingga tidak dapat menemui kami.
Baiklah, itu bukan masalah. Kami hanya perfoto-foto bersama 2 orang penjaga gerbang yang tugasnya hanya berdiri selama 2 jam tanpa melakukan gerakan sedikitpun. (hhmm....pegel gak yah kira-kira??!!). Setelah dari sana kami jalan-jalan lagi mengelilingi Kuala Lumpur. Yah, singkat cerita akhirnya kami sampai di Thailand. Di sana kami hanya menghabiskan waktu untuk belanja. Paginya, kami check out dan melanjutkan perjalanan menuju malaka, malaysia.
Sebelum ke Malaka, kami singgah di Cyber City. Cyber city ini dijuluki kota masa depan karena tekhnologi di kota ini memang sudah canggih. Bahkan, di sana tersebar ratusan atau bahkan ribuan CCTV.
Ok...tiada yang special di sini. Kami menuju hotel untuk bermalam. Dipagi harinya, kami bergegas menuju Singapura. Inilah hal yang paling ku sesalkan. Mengapa kami tidak bermalam disini..??!! Akhirnya, kami hanya singgah di Mustafa karena keterbatasan waktu. Saat semua sibuk menghamburkan uang, aku hanya tinggal di dalam bis. Karena, sebelumnya aku berharap Amirah mempunyai waktu untuk bertemu dengna ku. Jadi, aku seperti tidak punya napsu lagi untuk berlibur. Tapi, sesaat dari itu, ada SMS masuk...!!!...hahaha...!!!...ku harap itu dari Amirah! Setelah ku buka, ternyata dugaanku tak meleset! Itu sms dari Amirah.
"Hi there...I'll meet U"
Hahaha...biarpun itu merupakan pesan yang sangat singkat, tapi aku senang. Aku berteriak di dalam bis. Beberapa orang yang juga tinggal di dalam bis semua matanya menuju padaku. termasuk si supir (juru kemudi, euuyy). Aku segera keluar. Mencari toko yang menjual sim card. Awalnya aku bertanya pada sebuat stand tidak jauh dari mustafa mal.
"Do you have simcard, sir?"Begitulah aku bertanya.
"Hmm...yeah...how long you will stay in Singapore?"Dia nanya balik.
"Hhhm...only one day"
"Oh...you can buy it there"Dia menawariku tempat yang menjual simcard (yang mungkin hanya untuk orang yang singgah/turis) sambil menunjuk ke sebuah toko bernama 7-Eleven.
Yah...aku segera berlari ke arah sana. Aku masuk tanpa menghiraukan orang yang sedang berdiri di depan pintunya.
"Excuse me. Do you have simcard?"
"Yeah. It's 15 dolars"Dia langsung menyodorkan harga.
Aggghhhrr...tidak, uang ku tidak cukup. Aku kembali lagi ke bis untuk meminjam uang pada Vinny. Setelah mendapat pinjaman, aku kembali lagi ke 7-Eleven.
"Hhhhmmm...sorry...Simcard...I need one"
"Where is your pasport"Dia meminta paspor ku.
Sial...!!!...Susah bener mau beli simcard...!!!...
"Is it needed...???"Aku tanya balik.
"yeah...I need it"
Well, sepertinya aku memang ditakdirkan untuk lelah. Mungkin ini yang dinamakan pengorbanan. Aku berlari kembali ke bis, membongkar isi tas ku, dan paspor itu kudapat. Aku kembali lagi ke 7-Eleven.
"Well...now...simcard!"aku harap, aku tidak melupakan satu pun lagi.
"Your pasport, please"Dia meminta paspor ku.
"Here we are"Aku beri paspor ku padanya sambil merengut kesal. Betapa ditak, hanya untuk membeli simcard yang harganya 15dollar singapur, aku harus menunjukan paspor ku, berlari.
Setelah dalam proses yang melelahkan. Cek nomor paspor, dan lain-lain segala macamnya, akhirnya aku mendapatkan simcard ku. Segera ku masukan simcard ke telepon selular ku. Lalu, aku segera menelpon Amirah.
"Hi there...So, you will meet me in port"
"Yeah...but, I'm not sure what time I'll arrive there"
God damn...!!!...I'm affraid if we have no time to meet again. Padahal, aku punya sesuatu yang ingin ku berikan padanya.
"Well, I'll keep waiting 4 you there"
Akhirnya kami sampai di Harbourfront Port. Saat semua orang sudah memasukan barangnya di baggage check in, aku masih menunggu di depan pintu. Sesekali aku menelponnya, mengirm sms. Pada perjanjian awal, kami semua harus berada di kapal tepat pukul 4 sore. Dan, 10 menit lagi adalah pukul 4 tepat. Aku mulai putus asa. Guide telah memanggilku. Tubuhku semakin lemas. Karena, pada saat aku menelponnya, dia bilang dia masih menunggu kereta. Karena penasaran, aku bertanya pada seseorang security di sana.
"Excuse me sir. Where is a train station near here"tak peduli lagi kosa kata, grammar yang kugunakan dalam berbahasa inggris.
"Hhhmm...owh...it's just close by here. you just go out from the gate and you will find it" Dia menjelaskan dengna kata-kata yang sedikit rumit.
Tak peduli apa katanya, aku hanya ingin tau seberapa jauh stasiun kereta itu. Karena aku merasa aku tak punya waktu lagi, aku menitipkan hadiah yang ingin kuberikan kepada scurity tadi.
"Sir, can you help me"Aku meminta dengan nada sedikit keras.
"Yeah..."
"If there is a girl come here. And, she look like lookin' for something, please give it to her"Aku meminta tolang sambil menunjukan bungkusan yang kupegang.
"Oh...sorry I can't help you for that. Ask man there!"Dia bicara kurang jelas sambil menunjuk kearah seorang peria didepan pintu masuk. Ah, tapi aku tak yakin. Yasudah, sempat terlintas dibenakku untuk mengirimkan hadiah ini via post. Tapi, Adit tiba-tiba datang.
"Lan, cepet lah!..lah disuru masuk!"Dia berteriak dengan logat palembanynya yang kental.
Ok, akhirnya aku masuk. Tapi Adit menunjukan boarding pass nya, dan ku lihat kapal akan ditutup pukul 4.40. Great..!!..betapa senangnya aku. Aku segera mengirimkan pesan kepada Amirah.
"Hi, I'm so happy. We still have time. The ship will aboard at 4.40. So, we still have 40 minutes"
Hhmm...kemudian pesanku itu tidak dibalasnya. Tapi aku tak peduli. Aku tetap akan menunggu. Tapi, karena sidah didesak, aku masuk ke dalam. Aku menemui guide. Aku meminta waktu padanya. Sambil beralasan boarding pass itu yang menunjukan kapal berangkat pukul 4.40. Akhirnya, dia mengizinkan dengan satu syarat, Begitu ketemu, segera masuk. Aku hanya meng-iya-kan saja. Lagipula, mubazir sekali jika aku bertemu tapi hanya untuk menyerahkan bingkisan itu.
Hhhmm...hp ku bergetar. Aku segera mengangkatnya. Itu telpon dari Amirah! Jantungku berdebar-debar mengharapakan adanya berita baik. Yah...!!!...dugaanku tak meleset lagi. Dia bilang, dia telah sampai di Harbour Front port. Tapi, mataku sambil mencari-cari. dan, terlihat diujung bawah ekskalator sana, di sedang mencari seseuatu yang tiak lain adalah aku. Yah...akhirnya, aku pun bersandar pada sebuat dian penyangga bangunan itu. Tubuhkau terasa lemas. Entah kenapa dan apa yang membuatku begitu mengharapkan untuk bertemu dengannya kembali.
"Hi...you almost make me die!...I think We wont meet again."Aku berkeluh padanya.
"Sorry..."sebelum dia selesai bicara, aku memotong.
"Iyup, sorry If I force you to meet me"
"No...you aren't force me at all. I wanted to meet you, too"haha..iyah...itulah yang dia katakan.
Yah...sejenak kami bercakap-cakap. Dan, aku hampir lupa memberikan bingkisan itu.
"HHmmm...I have something for you. Here!"Aku berikan bingkisan itu.
And...dia juga punya sesuatu untuk ku. hahaha...well, sejenak kami hanya saling diam. tapi, aku tidak mau pertemuan ini sia-sia. setiap detik harus ku isi dengna kenangan-kenangan, kata-kata, senyuman-senyuman.
"HHmmm...maybe you wanna say saomething" yah..aku sedikit mendesaknya untuk bicara.
"yeah...I hope I will come to Palembang again"harapan yang tinggi. Tapi, kuharap dia ingin ke Palembang untuk bertemu dengna ku (lagi).
"Yeah...I hope so. And I hope it's not the last time we meet."hhhm...to do point saja aku bicara.
Kami terdiam kembali...Dan aku melihat agam yang terlihat gelisah akan waktu, karena dia menemani ku untuk bertemu dengan Amirah. Tapi, Agam lah inspirasiku (hahah). tanpa basa-basi aku meminta sesuatu dari Amirah.
"hhhm...it' sounds crazy, but Agam force me to hug you"hahah...dengan memasang muka badak aku meminta hal yang sebenarnya tidak pantas.
"yeahh...it's ok"great...!!...dia mau.
Akhirnya, pelukan itu menjadi penutup dari pertemuan kami.
Good bye Amirah...
Hmm...sangking asyiknya, aku sampai lupa akan paspor ku. Aku pun menjadi salah tingkah didepannya. Ternyata, papor itu kuletakan didalam kantong bawah celanaku.
Good bye Amirah...
Aku masuk ke pemeriksaan paspor sambil berteriak "IIYEAAAHHH..!!". Upss...ternyata teriakan ku itu salah. Semua mata tertuju padaku. Termasuk Bu MIrwani kepala sekolah kami.
Well, singkat cerita aku sudah berada didalam kapal. Akhirnya, kami berpisah. entah kapan akan bertemu kembali. Tapi, ku harap secepatnya.
Kapal ini menuju Batam, Indonesia. Dan itu artinya aku sudah kembali ke negeri asalku. Di Batam tidak terlalu berkesan. Karena, aku bisa kesana kapanpun aku mau. tapi, tidak untuk ke Singapura. Kami bermalam di salah satu hotel berbintang dua di Batam. Yang ku pikir adalah hotel terburuk yang pernah kukunjungi. Betapa tidak. Tanpa Lift, kamar yang bau, WC dengan closet yang rusak, shower yang tidak begitu deras. Hahaha...bagi ku itu adalah neraka dunia. Sore harinya, kami menuju ke Bandara. Karena tujuan terakhir kami adalah Palembang, dan pulang.
Sesampai dipalembang, sesuai pesan Amirah. "Buka kado itu dirumahku, jangan sekarang, diperjalanan ataupun dihotel. Ok, it's ok. Rumah ku pun ku capai, segera ku buka bungkisan kado itu. Betapa lucunya. Sebuah gantungan HP bertuliskan "OUR FRIENDSHIP SYMBOL", Boneka (yang kurasa adalah koala berkantung) dan sebuah bingkai poto. Dan, tanpa basa-basi, aku terpikir untuk meletakan poto kami berdua di poto itu.
Well, semua kisah itu sampai disini saja. Tapi, kuharap aku masih bisa melanjutkannya.

See you Amirah. I'll miss U...!!!

Tidak ada komentar: